Tak Pernah Penuh Maupun Kosong
Begitu ringan dulunya, hingga dalam tas keranjang belanja bak persembunyian Ratusan meter ditentengnya Kadang berganti dari kanan ke kiri Tak terasa hingga tiap pagi selalu berpisah Walau sore selalu waktu yang pas untuk bertemu Selalu bosan yang kadang memenuhi Padahal itu tak akan pernah terulang lagi Lebih dari sedekade kita tak bersama Sudah terlalu jauh kaki ini melangkah Sudah penuh yang telah kau berikan Walau pasti kau selalu merasa kantongmu masih penuh Baru sekang diriku bergumam- Apakah semenjak menjadi pahlawan dirinya tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri? Dalam setiap perbincangan selalu ada yang dikhawatirkannya dan entah mengapa tak pernah benar-benar kutenangkan Dalam kondisi menyapa saja sulit baginya Aku begitu jauh darinya Hanya diirku yang remaja dulu menjadi temannya Saat pundak ini mulai siap untuk menggandengnya hanya kedipan mata yang selalu diberikannya Bungsunya yang sudah sewindu tak bersamanya yang tiba-tiba telah sangat besar pastilah sangat dirindukann...