Tak Pernah Penuh Maupun Kosong

Begitu ringan dulunya, hingga dalam tas keranjang belanja bak persembunyian

Ratusan meter ditentengnya

Kadang berganti dari kanan ke kiri


Tak terasa hingga tiap pagi selalu berpisah

Walau sore selalu waktu yang pas untuk bertemu

Selalu bosan yang kadang memenuhi

Padahal itu tak akan pernah terulang lagi


Lebih dari sedekade kita tak bersama

Sudah terlalu jauh kaki ini melangkah

Sudah penuh yang telah kau berikan

Walau pasti kau selalu merasa kantongmu masih penuh


Baru sekang diriku bergumam-

Apakah semenjak menjadi pahlawan dirinya tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri?

Dalam setiap perbincangan selalu ada yang dikhawatirkannya

dan entah mengapa tak pernah benar-benar kutenangkan


Dalam kondisi menyapa saja sulit baginya

Aku begitu jauh darinya

Hanya diirku yang remaja dulu menjadi temannya

Saat pundak ini mulai siap untuk menggandengnya

hanya kedipan mata yang selalu diberikannya


Bungsunya yang sudah sewindu tak bersamanya

yang tiba-tiba telah sangat besar

pastilah sangat dirindukannya

pastilah ingin disapanya

pastilah ingin diberinya banyak petuah

pastilah ingin didengarnya cerita-cerita menatap cakrawala


Beberapa hari ngilu selaalu terasa di pijakan ini

bak batu pada ketinggian

hingga badan menekuk, memeluk lutut dalam dekapan

bingung kadang, takut sudah pasti

linglung menjadi teman paling setia


Tangan yang dulu menenteng ratusan meter beban kini terdiam-

namun hangatnya masih sama


Jika ada yang masih kau cemaskan

tentang langkah yang terlalu jauh

tentang hidup yang mungkin belum rapi


tenanglah


Kami telah berdiri

telah tahu cara pulang

telah mengerti bagaimana saling menguatkan


Tak perlu lagi menghitung yang kurang atau yang tersisa

bahkan tak perlu mencemaskan berapa sebenarnya delapan kali tujuh


Semua sudah cukup

semua akan baik-baik saja


Kini biarlah beban itu selesai

dan kekhawatiran menemukan ujungnya


Karena untuk pertama kalinya

yang dulu ditopang

telah siap menopang kembali

Comments

Popular posts from this blog

Nyata Jilid I

Tentang kekurangan dan semuanya